Diabetes Melitus (DM)
PENJELASAN
MENGENAI PENYAKIT DIABETES MELITUS
Mata
Kuliah: Teknologi Infomasi
Dosen
Pengampu: Alfa Yuliana Dewi,S.Kom.,M.Kom
DISUSUN
OLEH :
Aziza Azzahra (202202030018)
Kelas
: 2C
SARJANA KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS
MUHAMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN
TAHUN 2022/2023
A. Pengertian
Diabetes melitus (atau biasa disebut
diabetes saja) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula
(glukosa) di dalam darah. Kondisi ini juga sering disebut sebagai penyakit gula
atau kencing manis.
Gula yang berada di dalam darah
seharusnya diserap oleh sel-sel tubuh untuk kemudian diubah menjadi energi.
Insulin adalah hormon yang bertugas untuk membantu penyerapan glukosa dalam
sel-sel tubuh untuk diolah menjadi energi, sekaligus menyimpan sebagian glukosa
sebagai cadangan energi.
Apabila terjadi gangguan pada insulin,
seseorang berisiko tinggi mengalami diabetes. Diabetes dapat disebabkan oleh
beberapa kondisi, seperti:
1. Kurangnya produksi insulin oleh
pankreas
2. Gangguan respons tubuh terhadap
insulin
3. Adanya pengaruh hormon lain yang
menghambat kinerja insulin
Apabila kondisi ini diabaikan dan
kadar gula darah dibiarkan tinggi tanpa dikendalikan, diabetes bisa melahirkan
berbagai komplikasi membahayakan.
B. Jenis-jenis diabetes melitus
Berdasarkan ketiga kondisi penyebabnya
tersebut, dijelaskan dalam studi Introduction to Diabetes Melitus terdapat
beberapa jenis penyakit diabetes yang umum dialami, yaitu:
1. Diabetes tipe 1
Diabetes tipe 1 adalah gangguan autoimun
yang menyebabkan kerusakan sel-sel yang memproduksi hormon insulin di dalam
pankreas. Akibatnya, tubuh kekurangan insulin. Kurangnya produksi insulin dapat
meningkatkan kadar glukosa darah.
Biasanya gejala penyakit gula ini
lebih sering terdeteksi pada usia yang lebih muda, terutama pada masa
kanak-kanak atau remaja.
2. Diabetes tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah tipe penyakit gula yang paling banyak
terjadi. Kondisi lebih sering terjadi pada orang dewasa, terutama yang berumur
di atas 30 tahun.
Kondisi ini biasanya terjadi karena kemampuan produksi
insulin yang melemah atau berkurangnya kemampuan tubuh dalam merespons insulin.
DM tipe 2 umumnya terjadi karena masalah gaya hidup.
3. Diabetes gestasional
Diabetes gestational adalah penyakit
kencing manis yang hanya terjadi pada wanita hamil. Kondisi ini dapat
menyebabkan masalah pada ibu maupun bayinya jika tidak diobati. Jika ditangani
cepat dengan baik, penyakit gula ini biasanya sembuh total setelah melahirkan.
C.
Tanda
& gejala
Penyakit kencing manis sering kali
tidak menunjukkan gejala apa pun pada awalnya. Banyak orang yang tidak sadar
sudah lama memiliki diabetes melitus karena tidak ada gejala yang mengganggu.
Meski begitu, gejala diabetes tipe 1 biasanya muncul
lebih cepat dibandingkan dengan tipe 2 yang cenderung memburuk perlahan-lahan.
Berikut beberapa tanda dan gejala khas penyakit diabetes melitus yang
perlu Anda ketahui:
1. Sering merasa haus atau lapar
2. Sering buang air kecil, terkadang
terjadi setiap jam (poliuria)
3. Lemah, lesu, dan tidak bertenaga
4. Sering mengalami infeksi, misalnya
infeksi kulit, vagina, sariawan, atau saluran kemih
5. Luka diabetes sulit sembuh
6. Pandangan kabur
7. Gatal pada kulit, terutama pada
lipatan paha atau daerah vagina
8. Berat badan turun tiba-tiba
Gejala lainnya dari penyakit kencing
manis yang harus Anda waspadai adalah:
1. Mual atau muntah
2. Mulut kering
3. Gusi sering bengkak dan luka
4. Kaki sering sakit, kesemutan, dan
mati rasa
5. Bercak hitam dan sisik pada kulit
6. Disfungsi seksual, seperti
gangguan ereksi
Mengetahui gejala diabetes melitus
lebih awal akan memudahkan Anda untuk mengendalikan penyakit gula ini dan
mencegah terjadinya komplikasi diabetes yang berbahaya.
D. Penyebab
Sebelum mengetahui penyebab diabetes, Anda perlu tahu
bagaimana glukosa diproses oleh tubuh. Glukosa sangat penting untuk tubuh
karena bekerja sebagai sebagai sumber energi bagi sel-sel, jaringan, dan organ
tubuh, terutama otak.
Glukosa sebenarnya berasal dari
makanan yang Anda makan, sebagian akan digunakan oleh sel-sel tubuh dan
sebagian disimpan sebagai cadangan energi di dalam hati (liver). Jenis glukosa
yang disimpan di hati disebut dengan glikogen.
Jika Anda belum makan, otomatis kadar
gula darah akan rendah. Untuk mencegah hal tersebut, liver akan memecah
glikogen menjadi glukosa dan menyeimbangkan kadar gula darah tetap normal.
Penyebab pasti diabetes melitus baik
tipe 1 atau 2 belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli dari American Diabetes Association menduga
bahwa tingginya kadar gula dalam darah yang menyebabkan beberapa jenis penyakit
diabetes disebabkan oleh beberapa hal berikut:
1.
Kondisi
autoimun
Kondisi autoimun yang menyebabkan
diabetes melitus terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda menyerang dan
menghancurkan sel-sel pankreas yang bertugas menghasilkan hormon insulin.
Hormon insulin berperan penting dalam
penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh. Ketika terjadi gangguan pada pankreas,
produksi insulin bisa berkurang atau bahkan terhenti. Alhasil, kadar gula dalam
darah meningkat karena tanpa bantuan insulin glukosa tidak dapat diserap oleh
sel-sel tubuh dengan baik.
2.
Resistensi
insulin
Kencing manis terjadi karena lemak,
hati, dan sel-sel otot di tubuh tidak merespons insulin dengan benar. Dalam
dunia medis, kondisi ini disebut dengan resistensi insulin.
Resistensi insulin sendiri membuat sel
tubuh tidak bisa menerima gula darah untuk kemudian diolah menjadi energi. Hal
ini memberi sinyal bahwa tubuh kekurangan gula, sehingga memecah kembali
glikogen.
Pada akhirnya, gula akan terus
menumpuk dan menyebabkan kadar gula darah tinggi, atau disebut hiperglikemia.
E. Faktor risiko
Faktor risiko adalah faktor-faktor
yang membuat Anda lebih berisiko terjangkit penyakit diabetes. Mengutip dalam
laman Mayo Clinic, berikut berbagai hal yang
bisa membuat Anda berisiko tinggi terkena penyakit gula adalah:
1.
Riwayat penyakit keluarga
2.
Terkena infeksi virus tertentu
3.
Adanya kerusakan sel sistem kekebalan tubuh
(auto-antibodi)
4.
Kekurangan vitamin D
5.
Berusia di atas 45 tahun
6.
Obesitas alias kegemukan
7.
Malas gerak
8.
Riwayat medis keluarga
9.
Prediabetes
10. Memiliki riwayat penyakit PCOS
11. Pernah mengalami diabetes
gestasional pada kehamilan sebelumnya
12. Mengidap diabetes sebelum masa
hamil
13. Pernah mengalami keguguran atau
bayi lahir mati (stillbirth) tanpa diketahui penyebabnya
14. Obesitas sebelum kehamilan
15.
Hamil di usia lebih dari 30 tahun
F. Diagnosis
Beberapa orang mungkin memang
mengalami gejala penyakit ini sehingga memeriksakan diri ke dokter. Namun,
sebagian penderita bisa tidak mengalami gejala sama sekali sehingga penyakit
ini sulit terdeteksi sejak awal.
Oleh karena itu, untuk menegakkan
diagnosis kencing manis, dokter tidak hanya bergantung pada hasil pemeriksaan
fisik biasa. Diperlukan sejumlah tes untuk mengetahui kadar gula atau glukosa
dalam darah.
Tes yang umum dilakukan untuk
menegakkan diagnosis diabetes melitus, di antaranya:
1. Tes gula darah sewaktu: tes gula
darah yang bisa dilakukan kapan saja.
2. Tes gula darah puasa: tes gula darah yang dilakukan setelah
berpuasa selama kurang lebih 8 jam.
3. Tes gula darah oral: Anda perlu
berpuasa semalaman sebelum melakukan tes ini, selanjutnya tes dilakukan 2 jam
setelah Anda makan pertama. Kadar gula yang tetap tinggi setelah makan
menunjukkan Anda memiliki diabetes.
4. Tes glikohemoglobin atau HbA1C: tes HbA1C yang dilakukan untuk
mengetahui rata-rata nilai gula darah selama beberapa bulan terakhir. Tes ini
biasanya akan dilakukan secara rutin beberapa kali dalam setahun setelah
dinyatakan positif terdiagnosis diabetes.
G. Pengobatan
Diabetes melitus adalah penyakit yang
tidak bisa disembuhkan. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa hidup sehat.
Jangan dulu berputus asa, karena
penyakit ini masih bisa diatasi dan dikendalikan. Salah satunya, dengan
menjalani pengobatan diabetes. Pengobatan tersebut
tergantung dengan jenis penyakit kencing manis yang dialami, berikut beberapa
pilihan obat penyakit gula:
1. Suntik insulin
Ketika Anda mengalami diabetes tipe 1,
sistem kekebalan tubuh akan menyerang sel yang memproduksi insulin sehingga
kadar insulin yang dihasilkan tubuh berkurang. Maka dari itu, dokter biasanya
akan meresepkan suntikan insulin.
Beberapa jenis insulin yang mungkin
diberikan, antara lain:
a. Insulin aksi cepat: bekerja
cepat untuk menurunkan gula darah.
b. Insulin aksi lambat: kebalikan
dari aksi cepat, insulin ini bekerja perlahan-lahan dalam menurunkan kadar gula
darah.
c. Insulin aksi intermediate: meskipun
lama waktu penyuntikkan insulin jenis ini relatif panjang, insulin aksi
intermediate biasanya dikombinasikan dengan aksi yang lebih cepat, sehingga
mampu memaksimalkan manfaat dari penyuntikkan.
2. Obat-obatan
Orang yang mengalami penyakit kencing
manis umumnya tidak mampu menggunakan insulin yang ada sebagaimana mestinya.
Tak semua orang dengan penyakit gula
memerlukan obat. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin hanya meminta pasien
untuk mengubah gaya hidupnya agar menjadi lebih sehat, seperti rutin
berolahraga dan menjalani diet khusus.
Nah, ketika kedua cara tersebut tidak
cukup, barulah dokter akan meresepkan sejumlah obat diabetes melitus untuk
membantu menurunkan gula darah. Beberapa obat diabetes melitus yang sering
diresepkan dokter adalah:
a. Metformin
b. Pioglitazone
c. Obat golongan sulfonilurea
d. Agonis
e. Repaglinide
f. Acarbose
g. Sitagliptin
h. Nateglinide
3. Menjalani pola hidup sehat
Jika Anda mengalami diabetes tipe 2,
pengobatan utama yang biasanya dianjurkan dokter adalah mengubah pola hidup.
Perubahan gaya hidup ini biasanya meliputi pola makan sehat dan olahraga secara
teratur. Pola makan yang diterapkan juga bisa berupa memilih makanan yang
rendah gula.
Pengobatan rumahan
Selama menjalani pengobatan, dokter
biasanya akan meminta Anda untuk lebih banyak mengonsumsi makanan bergizi,
rendah lemak, dan kalori untuk mengontrol kadar gula darah.
Begitu pun dengan melakukan olahraga
teratur guna mencapai berat badan ideal.
Berikut panduan pola hidup sehat untuk diabetes melitus:
a. Mengonsumsi karbohidrat kompleks,
seperti nasi merah, kentang panggang, oatmeal, biji-bijian utuh, dan makanan
lain, seperti kacang-kacangan, ikan, dan daging rendah lemak.
b. Mengganti gula Anda dengan pemanis
rendah kalori dan mengandung kromium untuk meningkatkan fungsi insulin dalam
tubuh.
c. Memperbanyak konsumsi
sayur-sayuran hijau, seperti brokoli dan bayam dan buah-buahan yang
bisa diolah menjadi jus tanpa gula.
d. Melakukan olahraga ringan yang cocok untuk pasien diabetes,
seperti berjalan, berenang, bersepeda di dekat rumah Anda.
e. Berolahraga minimal tiga kali
seminggu selama sekitar 30-45 menit atau 5-10 menit di awal untuk kemudian
menambah intensitas olahraga secara bertahap.
f. Tes gula darah Anda sebelum,
selama, dan sesudah olahraga. Pastikan Anda gula darah tidak lebih rendah dari
70 mg/dL.
g. Melalukan beberapa aktivitas lain
agar tetap aktif bergerak, contohnya membersihkan rumah dan berkebun.
h. Rajin cek dan mencatat kadar gula
darah Anda setiap hari. Kadar gula darah pasien diabetes melitus harus
dipantau secara rutin, yaitu sebelum dan setelah makan serta menjelang tidur.
Pencegahan
Penyakit diabetes tipe 1 sangat sulit
untuk dicegah karena berhubungan erat dengan faktor genetik dan kondisi
autoimun. Namun, untungnya diabetes tipe 2 masih dapat dicegah.
Cara mencegah penyakit kencing manis bisa
dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat seperti:
a. Miliki berat badan ideal
Obesitas adalah salah satu faktor
risiko utama dari diabetes tipe 2. Menjalani diet (pola makan) rendah kalori
dan lemak sangat dianjurkan sebagai cara terbaik untuk mencegah diabetes.
b. Banyak makan buah dan sayur
Dengan makan sayur dan buah-buahan
segar setiap hari, Anda dapat mengurangi risiko terjangkit penyakit kencing
manis.
c. Mengurangi konsumsi gula
Untuk menjaga kadar gula darah normal,
Anda harus membatasi konsumsi gula, tapi bukan berarti Anda jadi antigula. Anda
bisa mengganti gula pasir dengan pemanis rendah gula dan mengontrol asupan
kalori sehari-hari.
d. Aktif berolahraga
Usahakan berolahraga minimal 30 menit
sehari 3-5 kali seminggu untuk memaksimalkan pencapaian target berat badan
ideal.
Selain keempat cara di atas, Anda
mungkin juga bisa rutin periksa ke dokter atau melakukan cek gula darah sendiri
di rumah apabila memiliki faktor-faktor yang membuat Anda berisiko. Dengan
begitu, Anda bisa lebih cepat mendeteksi dan mengantisipasi kencing manis
DAFTAR PUSTAKA
Nurin, F. (2022, April27 27). Penyakit Diabetes
Melitus (Kencing Manis). Retrieved Mei 6, 2023, from hellosehat.com:
https://hellosehat.com/diabetes/diabetes-melitus/


Komentar
Posting Komentar